Kita Memang Saling Mencintai, Namun Haruskah Dengan Pacaran ?
Pacaran – Siapa sih yang tidak kenal dengan istilah pacaran ? Sepertinya kata “pacaran” bukanlah suatu hal yang absurd lagi bagi para kaula muda negeri ini.
Tapi benarkah pacaran merupakan satu-satunya pembuktian bahwa dua manusia benar-benar saling menyayangi sebelum keduanya menikah ?
Banyak orang yang terjerumus ke dalam konsepsi pacaran. Dimana dua manusia menempatkan diri ke dalam status pacaran yang dijadikan sebagai landasan untuk keduanya saling peduli, memberi dan menerima, serta saling menjaga perasaan satu sama lain. Katanya sih begitu, apakah faktanya mirip itu ?
Berikut ini adalah alasannya:
1. Pacaran itu belum tentu saling mencintai, fakta atau mitos ?

Jika kedua manusia bisa saling menyayangi tanpa terlilit oleh status apapun, maka sanggup dipastikan bahwa mereka benar-benar saling mencintai.
Sedangkan jikalau kedua manusia mengalami proses pacaran, maka bisa jadi hanya sebuah pelampiasan belaka.
Faktanya berapa banyak orang yang tidak bisa move on ?
Lantas kenapa harus terlintas kata putus jikalau saling menyayangi ?
Sehingga bukan mustahil jikalau mereka melakukannya hanya alasannya ialah takut kepada status pacaran itu, bukan alasannya ialah takut kepada perasaannya.
Setiap orang mempunyai hak untuk bahagia, tapi apakah kebahagiaan itu harus melewati masa pahit terlebih dahulu ?
2. Pacaran merupakan kebahagian yang hanya sesaat

Sebenarnya tanpa harus berpacaran pun, kedua manusia tetap bisa saling menyayangi satu dengan yang lainnya. Dan mungkin akan lebih membahagiakan alasannya ialah keduanya tidak akan terikat oleh suatu konsepsi yang kadang sanggup menjerumuskan.
Pertanyaan yang sama, setiap orang mempunyai hak untuk bahagia, tapi apakah kebahagiaan itu harus melewati masa pahit terlebih dahulu ?
Hati menyerupai gelas, jikalau pecah maka akan sulit untuk disatukan dan jikalau bisa tidak akan sama dengan yang aslinya.
3. Cenderung tidak bebas alasannya ialah takut kehilangan si doi

Sering kali kita berpikir atau berprasangka si doi bakalan menduakan atau bakal ninggalin kamu. Tapi bergotong-royong bukan duduk kasus itu, alasannya ialah orang yang benar-benar menyayangi kau tidak akan meninggalkan kamu.
Padahal kebahagian tidak bersumber dari status pacaran, tetapi perlakuan saling mengayomi. Tapi jikalau perlakuannya mengecewakan maka jangan pernah menyesal kalau orang yang kau sayangi tidak lagi menyayangi kau lagi.
Jadi, sesudah membaca ini apakah kau masih mau berpacaran ? Kalau hanya untuk gengsi, coba pikirkan ulang deh ! Karena segala hal yang ada hubungannya dengan orang lain biasanya tidak akan lepas dengan yang namanya aturan karma.
Nah itu beliau klarifikasi singkat mengenai “Kenapa harus pacaran ?” Semoga sanggup memperlihatkan motivasi kau untuk move on, atau bahkan kau medapatkan wangsit dan motivasi dari artikel ini.
Ada pepatah yang menyampaikan “Belajarlah dari kesalahan” oleh alasannya ialah itu marilah kita bantu-membantu menjomblo untuk kebahagiaan yang hakiki kelak. Hehe ๐
Terimakasih sudah share artikel ini ๐
Komentar
Posting Komentar