10 Cara Simpel Ternak Murai Watu Poligami Untuk Pemula
Ternak Murai Batu Poligami – Memelihara burung sekarang telah menjadi hobby untuk sebagian masyarakat Indonesia. Akan tetapi jarang sekali orang yang memanfaatkan hobby nya tersebut menjadi ladang uang. Bagi kau pecinta burung kicau, kau niscaya tau perihal burung murai batu.
Selain cocok dijadikan sebagai binatang peliharaan, burung murai watu ini sanggup dijadikan sebagai lahan bisnis yang sangat menjanjikan. Karena burung murai watu mempunyai bunyi kicau yang merdu, bermelodi, dan bervariasi.
Selain itu, burung murai watu merupakan salah satu burung yang mempunyai nilai hemat yang cukup tinggi. Anakan murai watu umur 2-3 bulan sanggup dihargai antara Rp 2.000.000 – Rp 5.000.000 tergantung pada kualitas indukan.
Murai watu yang berprestasi dan sering memenangkan perlombaan sanggup dihargai hingga ratusan juta rupiah. Hal ini merupakan salah satu alasan kenapa orang-orang ingin beternak murai batu.
Apakah kau berminat ternak murai watu ? Berminat sekali, tapi saya tidak mempunyai keterampilan untuk budidaya murai batu.
Kamu tidak perlu khawatir, alasannya kami akan mengupas secara lengkap perihal bagaimana cara ternak murai watu dengan laba yang besar. Berikut penjelasannya :
Daftar Isi Artikel
- 1. Menentukan Lokasi Kandang Murai Batu
- 2. Menetukan Ukuran Kandang Murai Batu
- 3. Peralatan Pendukung Kandang Murai Batu
- 4. Cara Menjaga Kebersihan Kandang Murai Batu
- 5. Cara Pemberian Pakan Murai Batu
- 6. Cara Perkembangbiakan Murai Batu Secara Poligami
- 7. Cara Merawat Anakkan Murai Batu
- 8. Cara Memandikan Murai Batu
- 9. Cara Menjemur Murai Batu
- 10. Perhitungan Modal dan Keuntungan Ternak Murai Batu
1. Menentukan Lokasi Kandang Murai Batu

Pertama, yang harus kau lakukan yakni memilih lokasi sangkar murai batu. Kandang mempunyai fungsi untuk memudahkan peternak murai watu dalam proteksi pakan, minum, pengelolaan kotoran, dan perkawinan.
Penempatan sangkar penangkaran murai watu sangat berkaitan erat dengan keberhasilan penangkaran. Kandang yang salah akan mengakibatkan murai watu tidak mau bertelur.
Umumnya lokasi penangkaran murai watu berada diluar rumah, menyerupai di samping rumah ataupun perkarangan rumah. Faktor penting yang harus diperhatikan yakni kawasan yang dijadikan sangkar suasananya cukup hening dan jarang ada gangguan yang berarti.
2. Menetukan Ukuran Kandang Murai Batu

Ukuran sangkar murai watu perlu diperhatikan alasannya akan berdampak pada kesehatan dan produktivitas murai watu tersebut. Ukuran sangkar yang terlalu besar sanggup mengakibatkan murai watu terlalu banyak terbang sehingga energinya banyak digunakan untuk bergerak daripada untuk berproduksi.
Sedangkan kalau sangkar terlalu kecil sanggup mengakibatkan murai watu stress sehingga sanggup menggangu reporoduksi murai batu.
- Kandang ukuran kecil : 60 cm x 60 cm x 60 cm (panjang x lebar x tinggi)
- Kandang ukuran sedang : 100 cm x 200 cm x 200 cm (panjang x lebar x tinggi)
- Kandang ukuran besar : 200 cm x 200 cm x 300 cm (panjang x lebar x tinggi)
3. Peralatan Pendukung Kandang Murai Batu

Perlengkapan sangkar murai watu mempunyai tugas untuk mendukung pemeliharaan burung di penangkaran. Kandang penangkaran murai watu harus dilengkapi sarang pendukung lainnya, menyerupai tenggeran, materi sarang, dan sarang murai batu.
Perlengkapan sangkar lainnya yang harus dipersiapkan yakni kawasan pakan dan kawasan minum murai batu.
Untuk tempat bersarang, peternak murai watu sanggup menggunakan barang bekas menyerupai bejana plastik yang kecil, kuali bekas, anyaman bambu, dan kawasan nasi. Sebaiknya gunakanlah anyaman bambu, alasannya sanggup menawarkan rasa sejuk sehingga menciptakan murai watu nyaman bertelur dan mengeram.
Untuk tenggeran, letakkan di dalam sangkar dengan posisi yang tepat sehingga tidak mengganggu keleluasaan murai watu untuk beraktivitas. Perlu diperhatikan, tenggeran yang digunakan untuk perkawinan sebaiknya tidak sembarangan.
Jenis, ukuran, dan penempatannya harus diperhitungkan. Lebih baik menggunakan tenggeran dengan materi kayu yang berdiameter 0,15 – 0,2 cm.
Untuk tempat pakan dan kawasan air minum, sebaiknya kebersihannya selalu dijaga dan tidak terkontaminasi materi kimia sebelum digunakan. Letak posisi kawasan makan atau kawasan minum sebisa mungkin gampang dilihat oleh murai watu dan saling berdekatan. Lebih baik lagi kalau ditambah wadah untuk kawasan mandi burung murai batu.
4. Cara Menjaga Kebersihan Kandang Murai Batu

Menjaga kebersihan sangkar murai watu merupakan faktor terpenting untuk keberhasilan dalam membudidayakan murai batu. Dengan tingkat kebersihan yang terjaga, munculnya bibit penyakit dan hama tentu sanggup diminimalisir.
Serta burung murai watu akan merasa lebih nyaman sehingga terhindar dari serangan stress yang merupakan pemicu munculnya aneka macam penyakit pada murai batu.
Tips perawatan sangkar murai watu :
- Membersihkan kawasan pakan dan minum setiap hari.
- Setiap pagi, pakan dan air minum harus selalu diganti dengan yang baru. Sisa air minum atau pakan yang belum habis harus dibuang.
- Setiap hari, kawasan penampungan kotoran burung murai watu harus dibersihkan dan kotorannya dibuang ke kawasan khusus.
- Setiap satu ahad sekali, paling tidak sangkar dibersihkan secara keseluruhan.
- Setelah kotoran dibuang, sangkar sanggup dicuci kemudian disterilkan dengan disinfektan dan obat antikuman, serta dikeringkan dibawah sinar matahari.
- Tempat tenggeran burung murai watu juga harus dibersihkan minimal empat hari sekali.
5. Cara Pemberian Pakan Murai Batu

Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalam beternak murai batu. Murai watu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menunjang kegiatan dan produktivitasnya.
Agar nutrisi terpenuhi, murai watu perlu diberikan pakan yang segar dan bervariasi. Pemberian vitamin untuk murai watu juga perlu. Pakan burung murai watu sanggup berupa pakan alami, pakan buatan, atau pakan adonan antara pakan buatan dan pakan alami.
Pemberian pakan ekstra juga dibutuhkan untuk mendongkrak pertumbuhan dan meningkatkan sistem kekebalan badan burung murai batu. Biasanya pakan ekstra yang diberikan berupa jangkrik, cacing, ulat hongkong, orong-orong ataupun belalang.
Dalam satu hari rata-rata burung akan membutuhkan air minum sebanyak 4 – 5 kali jumlah pakannya. Air sangat dibutuhkan oleh burung murai watu ini untuk proses metabolisme tubuh, termasuk mengatur suhu tubuh, mempertahankan keseimbangan volume dalam darah, dan melancarkan dalam proses pencernaan.
Selain itu, air minum yang diberikan sebaiknya air yang udah matang supaya lebih steril dan meminimalisir benalu yang sanggup mengganggu kesehatan burung murai batu.
Pakan Alami Murai Batu
Murai watu termasuk jenis burung karnivora atau pemakan daging. Di habitat aslinya, pakan burung murai watu yakni jenis-jenis serangga menyerupai semut rangrang dan ulat.
Kroto Pakan yang Disukai Murai Batu
Meski sedikit mahal di pasaran, koroto tetap menjadi pilihan yang terbaik untuk pakan burung. Disamping gizinya yang sangat tinggi, telur semut rangrang ini memang menjadi makanan favorite bagi penggemar burung berkicau khususnya untuk burung murai batu.
Voer Khusus Burung
Voer khusus burung biasa di pakai sebagai pakan untuk burung kicau. Ada banyak macam jenis dan merek voer burung yang ada di pasaran ini. Penggunaan voer sebagai pakan burung memang jauh lebih simpel dan harganya juga murah.
6. Cara Perkembangbiakan Murai Batu Secara Poligami

Perkembangbiakan murai watu secara berpoligami bertujuan untuk menghemat indukan jantan. Yang lebih hebatnya lagi, dalam satu sangkar sanggup diisi 1 ekor pejantan dan 7 ekor betina.
Beberapa pertimbangan dalam menerapkan perkembangbiakan secara poligami :
- Dapat menghemat indukan jantan, khususnya untuk indukan jantan yang benar-benar berkualitas.
- Dapat meningkatkan kuantitas produksi atau anakan murai batu.
- Dapat menghemat biaya sangkar yang digunakan.
- Memudahkan perawatan dan pengontrolan.
Persyaratan Sebelum Melakukan Perkembangbiakan Secara Poligami :
Memasukkan calon induk betina kedalam kandang. Betina yang dimasukkan harus berumur kurang lebih 1 tahun atau sudah siap dikawinkan. Kemudian masukan 2 ekor betina dan biarkan selama 2 ahad untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Setelah itu masukan murai watu jantan bersama kandangnya ke dalam sangkar betina. Ini bertujuan mencegah penyerangan murai watu jantan terhadap 2 ekor betina tersebut. Makara harus menyesuaikan diri dulu selama kurang lebih 1 minggu.
Tunggu hingga burung betina birahi. Biasanya burung betina akan bersiul-siul dan mendekati sangkar jantan. Ketika burung jantan dan betina sudah saling berdekatan, maka ini lah dikala yang tepat untuk melepas murai watu jantan dari sangkarnya.
7. Cara Merawat Anakkan Murai Batu

Anak burung murai watu yang berusia 7 – 14 hari sanggup deberi pakan dengan adonan voer dan krota yang sudah diencerkan. Pemberian pakan sanggup dilakukan 1 jam sekali.
Setelah berusia 15 hari, biasanya mereka sudah sanggup makan kroto sendiri. Akan tetapi tetap selalu diperhatikan semoga anakkan burung murai watu sanggup tumbuh sehat.
8. Cara Memandikan Murai Batu

Murai watu juga harus sering dimandikan semoga kesehatan dan kebugaran badan murai watu sanggup terjaga. Selain itu, memandikan murai watu juga mempercepat proses pergantian bulu-bulunya dan akan merangsang tumbuhnya bulu-bulu baru.
Beberapa Cara Memandikan Murai Batu :
- Memasukan kawasan mandi ke dalam sangkarnya atau dengan cara memindahkan burung ke sangkar lain yang berukuran lebih besar dan didalamnya sudah disediakan semacam kolam mandi. Ukuran kolam mandi yang ideal untuk murai watu yakni panjang 17 cm, lebar 10 cm, dan kedalaman 6 cm.
- Menyemprotkan air dengan menggunakan sprayer yang semprotannya sanggup diatur. Cara penyemprotan dihentikan eksklusif mengenai badan burung alasannya sanggup merusak bulu murai batu. Makara sebaiknya menyemprotkan air ke atas cuilan sangkar, sehingga air bertahap membasahi badan murai batu.
Waktu yang paling ideal untuk memandikan burung yakni di pagi hari antara pukul 07.00 – 10.00. Karena pada waktu ini sangat baik untuk kesehatan burung. Burung murai watu juga sanggup mengerikan tubuhnya dengan tepat alasannya sinar matahari.
9. Cara Menjemur Murai Batu

Waktu untuk menjemur murai watu yakni antara pukul 07.00 – 10.00 pagi ketika sinar matahari belum begitu panas dan menyengat. Untuk durasi penjemuran biasanya antara 20 menit – 60 menit.
Namun sanggup juga lebih usang daripada itu. Sebenernya tergantung pada kondisi cuaca, kondisi burung, dan tujuan yang ingin dicapai. Penjemuran juga dihentikan terlalu usang dalam suhu yang terlalu panas.
Karena penjemuran yang terlalu panas dan terlalu usang sanggup menimbulkan burung murai watu mati.
10. Perhitungan Modal dan Keuntungan Ternak Murai Batu
Modal Usaha
Sepasang Murai Medan Rp 17.000.000
Sepasang Murai Lampung Rp 15.000.000
2 Murai Nias Ekor Hitam @Rp 1.250.000 = Rp 2.500.000
2 Murai Betina Medan @Rp 1.500.000 = Rp 3.000.000
Pembuatan Kandang dari materi batako ukuran 5 x 2 x 2 m Rp 15.000.000
Pembuatan Inkubator Rp 3.000.000
Total : Rp 55.000.000
Biaya Operasional Setiap 4 Bulan
Penyusutan sangkar 120 hari : 15.000.000 x 4/120 = Rp 500.000
Penyusutan Inkubator 60 hari : 3.000.000 x 4/60 = Rp 200.000
Pakan voer 12 bungkus @Rp 20.000 = Rp 240.000
Jangkrik 3 karung @Rp 50.000 = Rp 150.000
Kroto 3 kg @Rp 100.000 = Rp 300.000
Bayar perawat Rp 450.000
Total : Rp 1.750.000
Pemasukan Penjualan Selama 4 Bulan
2 Pasang Murai Batu Medan Rp 10.000.000
2 Pasang Murai Batu Lampung Rp 3.000.000
2 Pasang Murai Batu Nias Medan Rp 5.000.000
20 Trotolan Anakan Usia 3 Bulan @Rp 1.000.000 = Rp 20.000.000
Laba 4 Bulan
Biaya Penjualan – Biaya Operasional
Rp 30.000.000 – Rp 1.750.000 = Rp 28.070.000
Murai watu mempunyai jenis-jenis yang berbeda, ada murai watu Aceh, murai watu Medan, murai watu Kalimantan, dan murai watu Lampung. Maka kau harus tentukan sendiri mau memulai ternak murai watu jenis apa.
Itulah pembahasan singkat mengenai cara beternak murai watu dengan cara poligami beserta cara merawatnya dan cara menjodohkannya. Sangat cocok bagi kau yang masih pemula. Semoga bermanfaat.
Terimakasih sudah share artikel ini 🙂
Komentar
Posting Komentar